Rabu, 13 November 2013

Konser 30 Nov. '13: Beethoven Piano Concerto No. 4 & Brahms Symphony No. 1

Aula Simfonia Jakarta kembali mengadakan pementasan spektakuler pada 30 November 2013 ini. Ada dua karya besar yang ditampilkan yakni Beethoven Piano Concerto No. 4 dan Brahms Symphony No. 1. Kita akan melihat sekilas mengenai 2 tokoh dan karyanya ini.

Pertama, Beethoven Piano Concerto No. 4. Karya ini digubah oleh Ludwig van Beethoven (1770-1827), seorang komponis yang percaya bahwa "kebebasan di atas segalanya". Ia menjadi legenda pada masa hidupnya dan keberadaannya mendominasi keseluruhan musik abad ke 19. Beethoven nyaris memuja Goethe, seorang penulis Jerman yang paling terkenal. Seperti si jenius di bidang sastra itu, Beethoven meyakini bahwa seniman memiliki tugas untuk mengungkapkan kegalauan sekaligus kedamaian dalam diri seseorang dan untuk mencari kesempurnaan orang itu sendiri.

Musik Beethoven penuh dengan kontras-kontras yang tajam. Renoir, pelukis asal Prancis, mengamati bahwa Beethoven "sangat tidak sopan dalam caranya mengungkapkan diri kepada orang lain; ia tidak mengecualikan kita dari sakit jantungnya dan sakit perutnya". Musik Beethoven memiliki energi luapan perasaan yang menggila. Musiknya terdengar meletup-letup dan mengundang luapan kegembiraan yang sangat besar dan kemudian tiba-tiba meleleh dalam kelembutan dan kesedihan, lalu kembali meledak dalam kedahsyatan. Ini merupakan pencurahan langsung dari kepribadiannya.

Sebuah review pada bulan Mei 1809 dalam edisi "Allgemeine musikalische Zeitung" menyatakan bahwa Piano Concerto No. 4 yang digubah Beethoven pada 1805-1806 ini merupakan suatu concerto yang paling dikagumi, paling unggul, paling artistik, paling kompleks yang pernah digubah oleh Beethoven" (the most admirable, singular, artistic, and complex Beethoven concerto ever).

Kedua, Brahms Symphony No. 1. Karya ini digubah oleh Johannes Brahms (1833-1897). Symphony yang berdurasi 50 menit ini, menurut Brahms sendiri, ditulis selama 21 tahun, mulai dari sketsa sampai selesai dengan tuntas. Ada dua kemungkinan mengapa hal ini bisa terjadi. Pertama, Brahms adalah seorang yang bersikap sangat kritis terhadap karya-karyanya sendiri sehingga menghilangkan banyak not yang tidak perlu. Hasilnya, ia secara konsisten menelurkan banyak komposisi yang bermutu tinggi. Namun, dampak lain adalah Brahms menjadi orang yang tidak mudah menggubah suatu karya.

Kemungkinan kedua, ada harapan/ ekspektasi dari kawan-kawan Brahms dan publik bahwa ia dapat meneruskan warisan Beethoven untuk menghasilkan karya simfonia dengan derajat yang tinggi dan skop intelektual yang luas. Harapan ini menyebabkan Brahms tidak mudah menghasilkan karya simfonia, mengingat reputasi monumental dari Beethoven.

Piano concerto akan dimainkan oleh pianis handal dari Taiwan, Shu-Wen Chuang dan diiringi oleh Jakarta Simfonia Orchestra yang dipimpin oleh Dr. Stephen Tong. Ms. Chuang merupakan seorang pianis yang sering mementas di Taiwan National Concert Hall. Ia baru saja memainkan piano recital di tempat yang bergengsi itu di Taiwan.

(bahan-bahan ini dicuplik dan diolah dari Jane Stuart Smith & Betty Carlson, "Karunia Musik" [Surabaya: Momentum] dan en.wikipedia.org. Pembaca dapat membeli buku tersebut untuk membaca sejarah dan penjelasan yang komprehensif dari komponis-komponis agung dalam sejarah. Masih banyak hal yang tidak mungkin dimuat dalam blog ini)