Selasa, 04 Juni 2019

Saint Saens - Carnival of the Animals (ASJ 22 Juni 2019)



Camille Saint Saens (1835-1921) yang lahir di Paris, bertumbuh sebagai seorang anak yang cerdas dan sangat berbakat musik. Usia 3 tahun ia telah menggubah komposisi musiknya yang pertama. Usia 10 tahun ia sudah bisa memainkan 32 sonata Beethoven dengan menghafal seluruhnya.

Betty Carlson berkata, "Pikirannya merupakan pikiran musikal yang mengagumkan. Ia memiliki terlalu banyak kemampuan dengan kualitas yang sama."

"Saint Saens adalah komponis yang menggubah dalam setiap jenis musik, seorang musikolog yang sangat baik dan seorang kritikus yang bersemangat dengan rasa humor yang menusuk. Ia juga mengarang puisi dan berminat dalam astronomi dan arkeologi."

Pada tahun 1878 ia kehilangan ke dua puteranya. Yang sulung, usia 2,5 tahun jatuh dari jendela dan meninggal. Yang bungsu meninggal tak lama sesudah itu. Ia menyalahkan istrinya atas kematian anak-anaknya, dan tiga tahun kemudian ia meninggalkan isterinya. Mereka tak pernah bertemu kembali.

Komposisi The Carnival of the Animals ditulis pada tahun 1886. Menyusul sebuah kegagalan tur  konser di Jerman, ia mengundurkan diri ke sebuah desa di Austria. Di sini, ia menulis komposisi ini.

Awalnya Saint Saens tidak mengijinkan komposisi ini dipentaskan secara publik karena akan merusak imagenya sebagai komponis serius. Ia hanya mengijinkan musik cello The Swan yang melodinya sangat terkenal itu untuk dipentaskan. Karena itu, komposisi ini hanya dipentaskan secara privat dan disaksikan kalangan terbatas termasuk teman baiknya Franz Liszt.

Setelah kematiannya, komposisi ini dipublikasikan secara luas. Bahkan mau tidak mau, komposisi yang ditulisnya "kurang serius" justru merupakan komposisi yang paling menarik dan paling terkenal dari Saint Saens. Betty Carlson mengatakan, "Secara menyindir, karya ini merupakan salah satu lelucon musikal yang terbaik, yang diorkestrasi dengan luar biasa. Karya ini penuh dengan humor yang menjadi bagian dari tradisi Prancis".

Karya ini ditulis untuk dua piano dan orkestra dengan 14 gerakan. Gerakan pertama adalah "Introduction and Royal March of Lion". Yang paling terkenal adalah The Swan yang dimainkan dengan cello dan dua piano. Kita masih akan menemukan musik gajah, ikan, ayam dan seterusnya".

Pementasan komposisi ini akan dilakukan di Aula Simfonia Jakarta pada 22 Juni 2019. Anak-anak kita pasti senang menyaksikannya.

(Sumber: Buku "Karunia Musik" dan Wikipedia)

Rabu, 17 April 2019

Bach Mass in B Minor (ASJ 20 April 2019)


Adalah hal yang aneh bahwa seorang komponis Lutheran bisa menulis sebuah misa yang biasa dinyanyikan di gereja Katolik. Motivasi Bach masih menjadi perdebatan di antara para ahli hingga kini. Karya ini tidak pernah dipentaskan sepanjang hidup Bach.

Mengenai pentingnya karya ini, Alberto Basso menyimpulkan, "Mass in B Minor adalah pengabdian seluruh hidup: dimulai dari tahun 1733 utk alasan alasan "diplomatis", dan baru diselesaikan pada tahun tahun terakhir hidupnya, ketika Bach sudah menjadi buta. Karya monumental ini merupakan sintesis dari setiap kontribusi stylistic dan technical yang dibuat Bach bagi musik. Tetapi karya ini juga merupakan pergulatan spiritual luar biasa antara dunia pemuliaan Katolik dan penyembahan Lutheran akan salib Kristus".

Para ahli umumnya mengganggap bahwa karya ini merupakan kesimpulan dari pergumulan mendalam Bach sepanjang hidup dengan tradisi musik dan dalam kasus ini dengan setting paduan suara dan teologi.

Pada tahun 1733, raja Polandia Augustus II meninggal. Selama 5 bulan masa berkabung, tidak ada karya musik publik yang dibuat. Bach memakai kesempatan ini utk menulis misa ini, suatu liturgi yang dinyanyikan dalam bahasa Latin dan yang umum bagi tradisi Katolik. Bach ingin mendedikasikan karya ini kepada raja Augustus III, seorang Katolik dengan harapan agar dapat diangkat menjadi komposer istana. Ini yang dimaksudkan dengan motivasi "diplomasi" seperti yang dikatakan Basso di atas. Ada kemungkinan, Kyrie dalam lagu ini ditujukan sebagai musik ratapan atas kematian raja Augustus II dan Gloria sebagai musik selebrasi bertahtanya raja Augutus III.

Karya tidak lengkap dari Mass ini dipentaskan 36 tahun setelah kematian Bach yakni pada tahun 1786 dipimpin oleh CPE Bach, anak dari JS Bach. Karya lengkap baru dipentaskan pada tahun 1859 di Leipzig, 100 tahun setelah Bach meninggal. (Courtesy: wikipedia)

Mari menyaksikan konser Paskah ini.

Jumat, 01 Februari 2019

Oratorio Creation - Joseph Haydn (ASJ - 16 Feb 2019)

Oratorio Creation ditulis oleh Joseph Haydn pada 1797-1798 setelah mendengar pementasan oratorio-oratorio besar GF Handel di London pada periode 1791-1792 &1794-1795. Di antaranya, oratorio Handel Israel in Egypt yang memberikan inspirasi bagi Haydn untuk menggunakan teknik Word Painting/ Tone Painting di mana nada sejalan dengan kata-kata.

Pementasan perdana oratorio ini tahun 1798 sebenarnya merupakan konser privat tetapi ratusan orang menjejali di jalanan depan Schwarzenberg Palace (di Vienna), untuk turut mendengarkan konser ini. Konser publik perdana di Vienna pada 1799 sangat diterima baik di mana tiket sudah laku terjual jauh sebelumnya. Oratorio yang teksnya diambil dari Kitab Mazmur, Kitab Kejadian dan buku John Milton Paradise Lost ini pernah dipentaskan sekitar 40 kali di kota Vienna sepanjang hidup Haydn.

Dalam pementasan terakhir setahun sebelum Haydn meninggal, di mana dalam keadaan sakit dan tua ia menghadiri konser tersebut. Ketika tiba pada bagian di mana terang muncul dengan kontras yang begitu besar, penonton serentak memberikan tepuk tangan yang meriah. Haydn saat itu berkata sambil menunjuk ke atas: "Bukan adri saya. Semuanya datang dari Atas".
(Courtesy: Wikipedia)

Mari menyaksikan sekali lagi pementasan karya akbar Joseph Haydn di Aula Simfonia Jakarta pada Sabtu, 16 Februari 2019, Pk. 17.00.