Kamis, 05 Desember 2013

Konser 22 Des.'13: Tchaikovsky Nutracker Suite & Handel Messiah Part 1

Konser Natal Aula Simfonia Jakarta akan dipentaskan pada hari Minggu, 22 Desember 2013 dengan menampilkan 3 karya utama selain Christmas Carols. [Untuk youth, diadakan pada Sabtu, 21 Des, Pk. 17.00 dengan acara yang kurang lebih sama].

Pertama, karya Mozart Eine Kleine Nachtmusik. Sebagian ulasan mengenai Mozart pernah dibahas di bagian lain blog ini. Karya Mozart yang dipentaskan kali ini adalah Serenade No. 13 untuk Strings G Major yang digubah pada tahun 1787. Judul "Eine Kleine Nachtmusik" berarti "A Little Night Music" (Sebuah Musik Malam yang Kecil). Mengenai musiknya, Hildesheimer mengatakan "bahkan bila kita mendengarnya di setiap sudut jalan, kualitasnya yang tinggi bersifat tak terbantahkan, suatu bagian musik yang langka, yang tertuang dari pulpen yang cerah dan bahagia (a light but happy pen)". Dianggap oleh banyak orang sebagai salah satu karya orkestrasi Mozart yang sangat terkenal.

Kedua, Tchaikovsky Nutracker Suite. Peter Ilich Tchaikovsky (1840-1893) merupakan salah satu komponis Rusia yang sangat terkenal. Ia berkata "Sesungguhnya ada alasan untuk menjadi gila kalau saja tidak ada musik". Bakat musik Tchaikovsky sangat langka karena tak ada jejak-jejak musik dalam keluarganya. Ia menuntut ilmu untuk menjadi pengacara dan kemudian menjadi jurutulis di Kementerian Kehakiman tetapi talenta musiknya muncul setelah mendengarkan musik Mozart Don Giovanni. Pada usia 23 tahun ia mendaftarkan diri di Konservatori St. Petersburg yang baru didirikan oleh Anton Rubinstein. Tchaikovsky adalah orang Rusia pertama yang mendapatkan pelatihan sistematis mengenai dasar-dasar musik.

Temperamen Tchaikovsky yang melankolis dan mawas diri tercermin dengan jelas dalam musiknya. Ia menyayangi ibunya dengan segenap kegairahan sebagai seorang anak yang sangat sensitif. Tatkala ibunya meninggal karena kolera pada waktu ia berusia 14 tahun, emosinya sangat terpengaruh. Menenggelamkan diri dalam musik tatkala dirudung kesedihan merupakan pola dalam hidupnya. Ia bahkan menciptakan beberapa balet yang paling riang pada masa mengalami penderitaan batin.

Kehidupannya diwarnai kekerasan dan naluri seksualitas yang tidak normal. Ia tersiksa oleh homoseksualitasnya. Ia juga menderita epilepsi, migrain, insomnia dan serangan depresi. Hidupnya mengandung semua unsur tragedi namun ia tetap menghasilkan musik dengan gairah yang tak terkendali dan kehidupan yang dipenuhi prestasi artistik yang semakin meningkat.

The Nutcracker Suite merupakan balet malam Natal yang mengisahkan tentang seorang gadis kecil yang bermimpi bahwa hadiah alat pemecah kacang-kacangannya telah berubah menjadi seorang pangeran tampan. Tchaikovsky banyak memperoleh penghiburan dalam penderitaan pribadinya dengan menciptakan musik yang riang dan memikat.

Ketiga, George Frideric Handel (1685-1759). Lain-lain waktu, saya akan menulis lebih banyak mengenai Handel dan karya agungnya Mesias. Satu hal yang penting, Handel berbicara sangat sedikit tentang dirinya semasa hidupnya. Fakta pokok tentang hidupnya adalah musiknya. Ia akan bahagia bila mengetahui bahwa musiknya terutama Messiah, membawa sukacita dan kesenangan bagi banyak orang.

Konser kali ini akan dipimpin oleh 2 Conductor yakni Dr. Stephen Tong dan Eunice Tong Holden, M.Mus.

Dr. Stephen Tong adalah seorang otodidak dalam musik dan hampir dikatakan seperti "ensiklopedia musik yang hidup" karena mengenal begitu banyak komponis, karyanya dan pemusik besar dalam sejarah. Dr. Tong memimpin konser dan paduan suara sepanjang hampir tiga per empat hidupnya.

Conductor kedua, Eunice Tong Holden menyelesaikan Bachelor of Arts in Piano Performance di Calvin College, Grand Rapids, USA dan memperoleh gelar Master of Music in Conducting dari Westminster Choir College, Rider University, USA, di mana ia belajar di bawah Joseph Flummerfelt, Tim Brown, Andrew Meggil, Sun Min Lee, dan James Jordan. Ia pernah memenangkan Calvin Concerto Competition pada 2001 dengan memainkan Mendelssohn Piano Concerto in G Minor diiringi oleh Calvin Orchestra. Sebagai anggota dari Paduan Suara terkenal Westminster Symphony Choir, ia bernyanyi di bawah direksi Pierrre Boulez dari Cleveland Orchestra, Sir Colin Davis, Alan Gilbert dari New York Philharmonic dan sebagainya. Ia pernah memimpin 800 lebih anggota paduan suara dalam KKR Jakarta 2011. Ia juga pernah menjadi conductor untuk berbagai konser: Bach Magnificat, Handel Messiah, Mendelssohn Elijah dan sebagainya.

Ada tiga penyanyi dalam konser ini:

Pertama, Cecilia Yap menyelesaikan studi musik di Conservatorio of Santa Cecilia di Roma Italia di bawah soprano terkenal KS Ann Saldarelli dan Lorraine Nawa Jones Marenzi. Setelah itu ia studi di bawah direktur opera yang terkenal, Marcello Ferroni. Ia adalah pemenang dari 7th International Vocal Competition at Cascina, Italia pada tahun 1994 dan merupakan satu-satunya orang Asia dalam putaran final.

Kedua, Joseph Hu, seorang tenor terkenal berdarah Taiwan dan berdomisili di Amerika. Pada waktu ia mementas dalam pagelaran spekatakuler Madama Butterfly bersama San Diego Opera, ia dijuluki, "a first-rate comprimario tenor". Selain San Diego Opera, ia pernah bernanyi dalam Seattle Opera, Dallas Opera, San Antonio Opera, Israeli Opera in Tel Aviv, Michigan Opera, Cleveland Opera, Tulsa Opera, Syracuse Opera, Cincinnati Opera dan sebagainya. Selain itu, ia pernah bernyanyi untuk karya-karya gubahan Bach, Handel, Mozart bersama Tulsa Philharmonic, San Antonio Symphony dan National Symphony of Taiwan. Ia juga pernah bernyanyi di Carnegie Hall sebagai solois tenor dalam karya besar Requiem dari Mozart.

Ketiga, Anna Koor adalah "lyrical-dramatic mezzo-soprano". Ia merupakan salah seorang dari 10 finalis pada World Chinese Vocal Competition (2000). Anna telah mementas di berbagai negara di Asia dan Australia. Pada tahun 2003, ia diundang sebagai juri dalam 29th West Malaysia National Vocal Competition dan Festa Canzone Art Song Competition, Singapore pada tahun 2005 serta Tan Ngiang Ann Memorial Vocal Competition, Singapore pada tahun 2009. Ia pernah bernyanyi di Asia Tenggara, Australia dan Selandia Baru untuk lagu-lagu seperti St. Paul, Elijah, Messiah, Dixit Dominus dari komponis-komponis bergengsi.

Silahkan klik  www.aulasimfoniajakarta.com


(sumber: buku Karunia Musik dan Wikipedia serta sumber-sumber otoritatif lain yang tidak dapat disebutkan satu persatu).